Tiga rumah kontrakan warna putih yang tampak menonjol, karya Adria Yurike Architects
Rumah kontrakan expatriat yang berada di tengah Kota Jakarta ini dirancang untuk menghadirkan suasana yang nyaman tanpa batasan fisik seperti pagar. Mengusung konsep layering seperti jamur, rumah expat ini sangat unik sekaligus kreatif!
Table of Contents
Berada di lahan seluas 990 m2, tiga buah hunian berukuran sekitar 180 m2 dibangun berjajar. Tak ada pagar yang membatasi masing-masing rumah, kecuali pagar utama yang mengelilingi lahan.
Mengusung gaya arsitektur tropikal minimalis, tanaman-tanaman hijau yang indah dan menyegarkan berpadu serasi dengan kesederhanaan bangunan. Material monokrom dan warna putih yang diterapkan membuat bentuk rumah semakin menonjol dan sederhana.
Adapun konsep bangunannya terinspirasi dari bentuk jamur yang memiliki lapisan-lapisan. Di rumah expat ini, layering telah menciptakan bayangan dan cahaya alami yang bisa masuk ke dalam rumah. Hasilnya, bagian dalam rumah terasa nyaman berkat cahaya alami yang berlimpah.
Di rumah expat ini, lantai 1 atau lantai dasar dimanfaatkan sebagai area servis. Berbagai kegiatan rumah tangga seperti mencuci, menjemur dan menyetrika yang dikerjakan asisten rumah tangga berada di area ini sehingga tidak mengganggu kenyamanan penghuni rumah.
Lantai dasar yang terbuka dan dekat area hijau, membuat berbagai kegiatan rumah tangga bisa dilakukan dengan santai. Di lantai ini pula terdapat gudang, carport, kamar ART, dan kamar mandi.
Berada di lantai dua, dapur yang menyatu dengan ruang makan memiliki banyak bukaan sebagai jalan masuk cahaya sekaligus menawarkan pemandangan lingkungan sekitar yang hijau dan juga kolam renang.
Ruang makan dan dapur menjadi satu-satunya ruangan di hunian ini yang menggunakan warna berbeda. Tujuannya untuk menciptakan suasana yang lebih hidup sehingga bisa menggugah selera makan.
Berada di lantai yang sama, ruang keluarga memiliki bukaan yang sangat lebar dengan view kolam renang. Bukaan lebar ini bisa dibuka dengan optimal sehingga ruang keluarga terasa lebih luas karena menyatu dengan area kolam renang.
Adapun kolam renang dirancang dengan mengutamakan privasi. Penggunaan tembok yang menggantung di sekitar kolam renang menjadi solusi kreatif. Jadi, meskipun masing-masing unit saling berdekatan, privasi tetap terjaga.
Lantai tiga menawarkan kesan hangat sekaligus pemandangan yang estetik berkat penggunaan material kayu. Untuk pintu kamar tidur, material kayu jati solid jadi pilihan. Selain memiliki kesan natural dengan desain yang estetik, material kayu jati solid ini juga kedap suara sehingga privasi terjaga.
Meskipun berukuran kecil, kamar tidur anak memiliki pencahayaan alami yang cukup melimpah. Sebagai area belajar dan beristirahat, tentu saja hal ini membuat anak-anak merasa nyaman dan kebutuhannya terpenuhi.
Pencahayaan alami juga sangat diperhatikan di kamar mandi sharing. Skylight ditambahkan sebagai jalan masuk cahaya alami. Meskipun kamar mandi ini berukuran kecil, cahaya alami yang cukup telah membuat kamar mandi jadi lebih terang dan nyaman.
Kamar tidur utama yang lebih luas, menawarkan kesan hangat dan nyaman berkat penggunaan material kayu yang lebih banyak. Di kamar tidur utama ini, ketinggian ceiling dirancang tak sama untuk membedakan fungsi area. Area ceiling yang lebih tinggi menandai area kerja dan wardrobe.
Selain penggunaan material kayu yang lebih banyak, kamar tidur utama ini juga memiliki lebih banyak bukaan sebagai jalan masuk cahaya alami. Pintu kamar mandi di kamar tidur utama ini juga menggunakan material kaca buram yang tembus cahaya sehingga ruangan pun terasa semakin terang dan luas.
Nah, konsep layering yang diterapkan di rumah expat ini benar-benar unik dan kreatif ‘kan? Struktur bangunan yang kompleks dan sulit menjadi salah satu tantangan dalam proyek ini. Namun tim Adria Yurike Architects berhasil menggali ide-ide yang inovatif sehingga menghasilkan keindahan tersendiri.
Terinspirasi dengan konsep layering seperti jamur ini?